SELAMAT DATANG - مرحبا بك وشكرا

Senin, 27 Juni 2011

TEHNIK SINYAL ENCODING

TEKNIK SINYAL ENCODING

TEKNIK ENCODING
Modulasi adalah proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan frekuensi fc.
Macam - macam teknik encoding :
Data digital, sinyal digital
Data analog, sinyal digital
Data digital, sinyal analog
Data analog, sinyal analog


DATA DIGITAL, SINYAL DIGITAL
1.Sinyal digital adalah sinyal diskrit dengan pulsa tegangan diskontinyu. Tiap pulsa adalah elemen sinyal data biner diubah menjadi elemen - elemen sinyal.

2.Spektrum sinyal : disain sinyal yang bagus harus mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada daerah tengah dari bandwidth transmisi; untuk mengatasi distorsi dalam penerimaan sinyal digunakan disain kode yang sesuai dengan bentuk dari spektrum sinyal transmisi.
Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital. Data binary ditransmisikan dengan meng-encoder-kan tiap bit data menjadi elemen-elemen sinyal.

Ketentuan :

Unipolar: Semua elemen-elemen sinyal dalam bentuk yang sama yaitu positif semua atau negatif semua.
Polar :adalah elemen-elemen sinyal dimana salah satu state logic dinyatakan oleh level tegangan positif dan sebaliknya oleh tegangan negatif
Rating Data : Rating data transmisi data dalam bit per secon
Durasi atau panjang suatu bit: Waktu yang dibutuhkan pemancar untuk memancarkan bit
Rating modulasi
Rating dimana level sinyal berubah
Diukur dalam bentuk baud=elemen-elemen sinyal per detik
Tanda dan ruang
Biner 1 dan biner 0 berturut-turut
Modulation rate adalah kecepatan dimana level sinyal berubah, dinyatakan dalam bauds atau elemen sinyal per detik.
Istilah mark dan space menyatakan digit binary ‘1′ dan ‘0′.


Tugas-tugas receiver dalam mengartikan sinyal-sinyal digital:
• receiver harus mengetahui timing dari tiap bit
• receiver harus menentukan apakah level sinyal dalam posisi bit high(1) atau low(0).
Tugas-tugas ini dilaksanakan dengan men-sampling tiap posisi bit pada tengah-tengah
interval dan membandingkan nilainya dengan threshold.

Faktor yang menentukan sukses dari receiver dalam mengartikan sinyal yang datang :
• Data rate (kecepatan data) : peningkatan data rate akan meningkatkan bit error
rate (kecepatan error dari bit).
• S/N : peningkatan S/N akan menurunkan bit error rate.
• Bandwidth : peningkatan bandwidth dapat meningkatkan data rate.

Lima faktor yang perlu dinilai atau dibandingkan dari berbagai teknik komunikasi :
• Spektrum sinyal : disain sinyal yang bagus harus mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada daerah tengah dari bandwidth transmisi; untuk mengatasi distorsi dalam penerimaan sinyal digunakan disain kode yang sesuai dengan bentuk dari spektrum sinyal transmisi.
• Clocking : menentukan awal dan akhir dari tiap posisi bit dengan mekanisme synchronisasi yang berdasarkan pada sinyal transmisi.
• Deteksi error : dibentuk dalam skema fisik encoding sinyal.
• Interferensi sinyal dan Kekebalan terhadap noise
• Biaya dan kesulitan : semakin tinggi kecepatan pensinyalan untuk memenuhi data rate yang ada, semakin besar biayanya.
Perlu diketahui
Waktu bit saat mulai dan berakhirnya
Level sinyal

Faktor-faktor penerjemahan sinyal yang sukses
Perbandingan sinyal dengan noise(gangguan)
Rating data
Bandwidth

Perbandingan Pola-Pola Encoding
Spektrum sinyal
Kekurangan pada frekuensi tinggi mengurangi bandwidth yang dibutuhkan. Kekurangan pada komponen dc menyebabkan kopling ac melalui trafo menimbulkan isolasi Pusatkan kekuatan sinyal di tengah bandwidth
Clocking
Sinkronisasi transmiter dan receiver
Clock eksternal
Mekanisme sinkronisasi berdasarkan sinyal
Pendeteksian error
Dapat dibangun untuk encoding sinyal
Interferensi sinyal dan kekebalan terhadap noise
Beberapa code lebih baik daripada yang lain
Harga dan Kerumitan
Rating sinyal yang lebih tinggi(seperti kecepatan data) menyebabkan harga semakin tinggi
Beberapa code membutuhkan rating sinyal lebih tinggi

Pola encoding
Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)
Nonreturn to Zero Inverted (NRZI)
Bipolar-AMI
Pseudoternary
Manchester
Differential Manchester
B8ZS
HDB3


Pengertian dari Format-Format sinyal encoding adalah sebagai berikut
Dengan penggambaran pulsanya sebagai berikut :

Dengan penggambaran pulsanya sebagai berikut :

Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L):yaitu suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu binary dan tegangan positif dipakai untuk mewakili binary lainnya.
Dua tegangan yang berbeda antara bit 0 dan bit 1
Tegangan konstan selama interval bit
Tidak ada transisi yaitu tegangan no return to zero
Contoh:
Lebih sering, tegangan negatif untuk satu hasil dan tegangan positif untuk yang lain
Ini adalah NRZ-L
Nonreturn to Zero Inverted (NRZI):yaitu suatu kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke low) pada awal suatu bit time akan dikenal sebagai binary ‘1′ untuk bit time tersebut; tidak ada transisi berarti binary ‘0′. Sehingga NRZI merupakan salah satu contoh dari differensial encoding.
• Nonreturn to Zero Inverted (NRZI) dalam kesatuan
• Pulsa tegangan konstan untuk durasi bit
• Data dikodekan / diterjemahkan sebagai kehadiran(ada) atau ketiadaan sinyal transisi saat permulaan bit time
• Transisi (dari rendah ke tinggi atau tinggi ke rendah) merupakan biner 1
• Tidak ada transisi untuk biner 0
• Sebagai contoh encoding differential
Keuntungan differensial encoding :
lebih kebal noise
tidak dipengaruhi oleh level tegangan.
Kelemahan dari NRZ-L maupun NRZI :
keterbatasan dalam komponen dc dan kemampuan synchronisasi yang buruk
NRZ

Encoding differential
• Data menggambarkan perubahan daripada level
• Deteksi yang lebih dapat dipercaya untuk transisi daripada level
• Pada transmisi yang lebih komplek layoutnya lebih mudah hilang pada polatitas
NRZ pros and cons
• Pros
• Mudah untuk teknisi
• Membuat kegunaan bandwidth menjadi baik
• Cons
• Komponen dc
• Kekurangan dari kapasitas sinkronisasi
• Digunakan untuk recording magnetik
• Tidak sering digunakan untuk transmisi sinyal
Biner Multilevel
• Digunakan lebih dari 2 level
• Bipolar-AMI
• Zero menggambarkan tidak adanya line signal
• Satu menggambarkan positif atau negatif sinyal
• Satu pulsa menggantikan dalam polaritas
• Tidak ada kerugian dalam sinkronisasi jika panjang tali (nol masih bermasalah)
• Bandwidth rendah
• Tidak ada jaringan untuk komponen dc
• Mudah mendeteksi error
Pseudoternary
• Satu menggambarkan adanya jalur sinyal
• Zero menggambarkan perwakilan dari positif dan negatif
• Tidak adanya keuntungan atau kerugian pada bipolar-AMI
Keunggulan multilevel binary terhadap NRZ :
• Kemampuan synchronisasi yang baik
• Tidak menangkap komponen dc dan pemakaian bandwidth yang lebih kecil
• Dapat menampung bit informasi yang lebih.
Kekurangannya dibanding NRZ :
•Diperlukan receiver yang mampu membedakan 3 level (+A, -A, 0) sehingga membutuhkan lebih dari 3 db kekuatan sinyal dibandingkan NRZ untuk probabilitas bit error yang sama.
Bipolar-AMI and Pseudoternary

Pertukaran untuk biner multilevel
• Tidak ada efisiensi pada NZR
• Tiap elemen sinyal hanya menggambarkan satu bit
• Pada 3 level sistem dapat menggambarkan log23 = 1.58 bits
• Receiver harus membedakan diantara 3 level (+A, -A, 0)
• Membutuhkan kira-kira lebih dari 3db kekuatan sinyal untuk kemungkinan yang sama dalam bit error
Dua fase:Dua tekniknya yaitu manchester dan differential manchester.
• Manchester
• Transisi di tengah untuk tiap periode bit
• Perpindahan transisi sebagai clock dan data
• Rendah ke tinggi menggambarkan nol
• Tinggi ke rendah menggambarkan zero
• Digunakan IEEE 802.3
• Differential Manchester
• Transisi Midbit adalah hanya clocking
• Transisi dimulai saat periode bit menggambarkan zero
• Tidak ada transisi yang dimulia saat periode bit dalam menggambarkan nol
• Catatan : ini adalah pola differential encoding
• Digunakan IEEE 802.5
Keuntungan rancangan biphase :
• Synchronisasi : karena adanya transisi selama tiap bit time, receiver dapat men-synchron-kan pada transis tersebut atau dikenal sebagai self clocking codes.
• Tidak ada komponen dc.
• Deteksi terhadap error : ketiadaan dari transisi yang diharapkan, dapat dipakai untuk mendeteksi error.
Kekurangannya :
• memakai bandwidth yang lebih lebar dari pada multilevel binary.
Manchester Encoding


Differential Manchester Encoding


MODULATION RATE (KECEPATAN MODULASI)
1
Data rate = ------------------
durasi bit (tB)
Modulation rate adalah kecepatan dimana elemen-elemen sinyal terbentuk.
Contoh :untuk kode manchester,maksimum modulation rate = 2 / t B.
Salah satu cara menyatakan modulation rate yaitu dengan menentukan rata-rata jumlah transisi yang terjadi per bit time.

Pros dan Cons dua fase
• Con
• Paling sedikit satu transisi tiap bot time dan kemungkinan dua
• Kecepatan modulasi maksimum adalah kedua NZR
• Memerlukan lebih banyak bandwidth
• Pros
• Sinkronisasi dalam transisi bit mid (clocking sendiri)
• Tidak ada komponen dc
• Pendeteksian error
• Kehadiran dalam transisi yang diharapkan
Kecepatan Modulasi


Scrambling Teknik biphase memerlukan kecepatan pensinyalan yang tinggi relatif terhadap data rate sehingga lebih mahal pada aplikasi jarak jauh sehingga digunakan teknik scrambling dimana serangkaian level tegangan yang tetap pada line digantikan dengan serangkaian pengisi yang akan melengkapi transisi yang cukup untuk clock receiver mempertahankan synchronisasi.
Hasil dari disain ini :
• tidak ada komponen dc
• tidak ada serangkaian sinyal level nol yang panjang
• tidak terjadi reduksi pada data rate
• kemampuan deteksi error.
Bipolar with 8-Zeros Substitution (B8ZS) yaitu suatu kode dimana :
• jika terjadi oktaf dari semua nol dan pulsa tegangan terakhir yang mendahului oktaf ini adalah positif, maka 8 nol dari oktaf tersebut di-encode sebagai 000+ -0- +
• jika terjadi oktaf dari semua nol dan pulsa tegangan terakhir yang mendahului oktaf ini adalah negatif, maka 8 nol dari oktaf tersebut di-encode sebagai 000-+0+ -.
• Penggantian Bipolar With 8 Zeros
• Didasarkan pada bipolar-AMI
• Jika octet pada semua zero dan pulsa terakhir tegangan yang terdahulu adalah encode positif sebagai 000+-0-+
• Jika octet pada semua zero dan pulsa terakhir tegangan yang terdahulu adalah encode negatif sebagai 000-+0+-
• Karena dua pelanggaran pada kode AMI
• Tidak mungkin untuk terjadi seperti hasil noise
• Receiver mendeteksi dan menerjemahkan seperti octed pada semua zero
• Penggunaan Scrambling untuk menggantikan rangkaian yang menghasilkan tegangan konstan.
• Rangkaian Filling
• Harus cukup menghasilkan transisi untuk sinkronisasi
• Harus dapat diakui oleh receiver dan digantikan dengan yang asli
• Panjang sama dengan yang asli
• Tidak ada komponen dc
• Tidak ada rangkaian panjang pada saluran sinyal level zero
• Tidak ada penurunan pada kecepatan data
• Kemampuan pendeteksian error

High-density bipolar-3 zeros (HDB3): yaitu suatu kode dimana menggantikan stringstring dari 4 nol dengan rangkaian yang mengandung satu atau dua pulsa atau disebut kode violation, jika violation terakhir positive maka violation ini pasti negative dan sebaliknya (lihat tabel).
• Kepadatan tinggi Bipolar 3 Zeros
• Didasarkan pada bipolar-AMntikan dengan satu atau dua pulsa
Aturan subsitusi HDB3




B8ZS dan HDB3



Kedua kode ini berdasarkan pada penggunaan AMI encoding dan cocok untuk transmisi dengan data rate tinggi.
DATA DIGITAL, SINYAL ANALOG Transmisi data digital dengan menggunakan sinyal analog(300Hz to 3400Hz). Contoh umum yaitu public telephone network. Device yang dipakai yaitu modem (modulator-demodulator) yang mengubah data digital ke sinyal analog (modulator) dan sebaliknya mengubah sinyal analog menjadi data digital (demodulator).
TEKNIK-TEKNIK ENCODING Tiga teknik dasar encoding atau modulasi untuk mengubah data digital menjadi sinyal analog :
• Amplitude shift keying (ASK)
• Frequency shift keying (FSK)
• Phase shift keying (PSK)
Amplitude Shift Keying
dua binary diwakilkan dengan dua amplitudo frekuensi carrier (pembawa) yang berbeda atau dinyatakan sebagai :
data rate hanya sampai 1200 bps pada voice-grade line; dipakai untuk transmisi melalui fiber optik.

• Hasil diwakili oleh perbedaan amplitudo pada carrier
• Selalu, satu amplitudo adalah zero
• Yakni,kehadiran dan ketidakhadiran pada carrier adalah digunakan
• Rentan untuk pergantian gain tiba-tiba
• Tidak efisien
• Sampai dengan 1200bps pada voice grade line
• Digunakan pada fiber optic
Frequency shift keying (FSK)




dua binary diwakilkan dengan dua frekuensi berbeda yang dekat dengan frekuensi carrier atau dinyatakan sebagai: 


lihat gambar di atas dimana terdapat dua frekuensi center untuk komunikasi full-duplex pada salah satu arah (dapat transmisi atau menerima) , frekuensi centernya (f1) = 1170 Hz dengan lebar 100 Hz pada setiap sisinya (bandwidth = 200 Hz) sedangkan arah lainya, frekuensi centernya (f2) = 2125 Hz dengan lebar 100 Hz pada setiap sisinya (bandwidth = 200 Hz)
• sulit untuk terkena noise dibandingkan ASK
• data rate dapat mencapai 1200 bps pada voice-grade line
• dipakai untuk transmisi radio frekuensi tinggi dan juga local network dengan frekuensi tinggi yang memakai kabel koaksial.




Phase-shift keying (PSK)
• binary 0 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fase yang sama terhadap sinyal yang dikirim sebelumnya dan binary 1 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fase berlawanan terhadap sinyal yang dikirim sebelumnya, atau dapat dinyatakan sebagai :

bila elemen pensinyalan mewakili lebih dari satu bit, maka bandwidth yang dipakai lebih efisien, sebagai contoh quadrature phase-shift keying (QPSK) memakai beda fase setiap 90 .
sehingga tiap elemen sinyal mewakili 2 bit; jadi terdapat 12 sudut fase yang memakai modem standart 9600 bps.
Hubungan data rate (dalam bps) dan modulation rate (dalam bauds) : D = R/l = R/ log2 L Jaringan Komputer Bab III Halaman 8/13 dimana : D = modulation rate, bauds R = data rate, bps L = jumlah elemen sinyal yang berbeda l = jumlah bit per elemen sinyal.

Binary Frequency Shift Keying
• Secara umum berbentuk binary FSK (BFSK)
• Dua hasil biner diwakili oleh dua frekuensi yang berbeda(carrier dekat)
• Tidak mudah error daripada ASK
• Sampai dengan 1200bps pada voice grade line
• Frekuensi radio tinggi
• Tiap frekuensi tinggi pada LAN menggunakan koaksial
Multiple FSK
• Digunakan lebih dari dua frekuensi
• Bandwidth lebih efisien
• Lebih mudah error
• Tiap elemen sinyal mewakili lebih dari satu bit
Phase Shift Keying
• Fase pada sinyal carrier adalah perubahan untuk mewakili data
• Binary PSK
• Dua fase diwakili dua digit biner
• Differential PSK
• Perubahan fase relatif untuk transmisi sebelumnya lebih dari beberapa sinyal referensi
Differential PSK


Quadrature PSK
• Penggunaan lebih efisien oleh tiap elemen sinyal diwakili lebih dari satu bit
• Misalnya perubahan pada p/2 (90o)
• Tiap elemen diwakili dua bit
• Dapat digunakan 8 sudut fase dan memiliki lebih dari satu amplitudo
• 9600bps modem menggunakan sudut 12, empat pada tiap dua amplitudo
• Offset QPSK (orthogonal QPSK)
• Delay dalam aliran Q
QPSK dan Modulator OQPSK


Contoh pada gelombang QPSF dan OQPSK

Performance pada Pola Modulasi Digital ke Analog
• Bandwidth
• Bandwidth ASK dan PSK berhubungan langsung pada kecepatan bit
• Bandwidth FSK berhubungan pada kecepatan data untuk frekuensi rendah tetapi pada offset frekuensi modulasi untuk frekuensi tinggi carrier
• (lihat Stallings pada math)
• Pada saat noise, kecepatan bit error pada PSK dan QPSK adalah kira-kira 3dB superior untuk ASK dan FSK
Quadrature Amplitude Modulation
• QAM digunakan pada asymmetric digital subscriber line (ADSL) dan beberapa wireless
• Kombinasi dari ASK dan PSK
• Logical extension pada QPSK
• Dikirimkan dua sinyal simultan yang berbeda dalam frekuensi carrier yang sama
• Digunakan dua copy carrier,satu shifted 90°
• Tiap carrier adalah modulasi ASK
• Dua sinyal independen sama media
• Demodulasi dan kombinasi untuk output sinyal original
QAM Modulator


Level-level QAM
• Dua level ASK
• Setiap dua aliran dalam satu keadaan
• Empat sistem keadaan
• Essentially QPSK
• Empat level ASK
• Kombinasi aliran menjadi satu pada 16 perubahan
• 64 dan 256 sistem keadaan memiliki implementasi
• Kecepatan data diperbaiki untuk bandwidth yang dinerikan
• Ditambahkan potensial kecepatan error
Data Analog, Sinyal Digital
• Digitalisasi
• Konversi dari data analog ke data digital
• Data digital dapat ditransmisikan dengan menggunakan NRZ-L
• Data digital dapat ditransmisikan dengan menggunakan code selain NRZ-L
• Data digital dapat dirubah menjadi sinyal analog
• Konfersi analog ke digital menggunakan code
• Pulse code modulation
• Modulasi delta
Digitalisali Data Analog







Data Analog, Sinyal Digital

• Digitalisasi
— Konversi dari data analog ke data digital
— Data digital lalu dp ditransmisikan menggunakan NRZ-L
— Data digital dp ditransmisikan menggunakan code lain selain NRZ-L
— Data digital dapat dikonversikan kembali ke sinyal analog
— Konversi analog ke digital dilakukan menggunakan codec
— Pulse code modulation
— Delta modulation
Pulse Code Modulation(PCM) (1)
• Jika suatu sinyal dicuplik (sampling) dg interval regular dg laju lebih besar drpd dua kali frekuensi tertinggi sinyal, sampel-sampel memuat semua informasi dari sinyal original
• Data suara dibatasi di bawah 4000Hz
• Memerlukan 8000 sampel per detik
• Sampel-sampel analog (Pulse Amplitude Modulation, PAM)
• Tiap sampel dialokasikan nilai digital
 Jika sinyal diambil pada interval regular kecepatannya lebih tinggi daripada kedua sinyal frekuensi, sample menahan banyak informasi pada sinyal original – (Proof - Stallings appendix 4A).
Batas data voice(suara) sampai 4000Hz
Membutuhkan 8000 sample tiap detik
Sample-sample analog (Pulse Amplitude Modulation, PAM)
Tiap sample diberikan nilai digital
Pulse Code Modulation(PCM) (2)
• Sistem 4 bit memberikan 16 level
• Kuantisasi
— Error kuantisasi atau noise
— Aproksimasi berarti tdk mungkin utk mendpkan kembali sinyal original secara eksak
• Sampel 8 bit memberikan 256 level
• Kualitas sebanding dg transmisi analog
• 8000 sampel per detik dg masing-masing sampel 8 bit memberikan 64kbps

PCM Example

 PCM Block Diagram






Dibatasi frekuensi dibawah 4000 Hz, prosedur lama dapat menjelaskannya, 8000 sampel per detik akan cukup mampu mengkarakteristikkan sinyal suara dengan lengkap. Patut dicatat, bagaimanapun juga, bahwa ini merupakan sampel-sampel analog, yang disebut sebagai sampel Pulsa Amplitudo Modulasi (PCM). Untuk mengubah menjadi digital, masing-masing sampel analog ini harus ditandai dengan suatu kode biner. Gambar 5.10 menunjukkan contoh di mana masing-masing sampel didekati dengan terkuantisasi menjadi satu dari 16 level yang berbeda. Kemudian masing-masing sampel ditunjukkan melalui 4 bit. Namun karena nilai-nilai yang di kuantisasi merupakan perkiraan, tidak mungkin bisa mewakili sinyal yang asli dengan sangat tepat. Dengan menggunakan sampel 8-bit, yang memungkinkan 256 level kuantisasi, mutu sinyal suara yang diwakili mampu dibandingkan dengan sinyal suara yang diperoleh melalui transmisi analog. Patut dicatat bahwa hal ini menyatakan secara tidak langsung bahwa rate data 8000 sampel per detik x 8 bit per sampel = 64 kbps diperlukan untuk sinyal suara tunggal. Jadi, PCM memulai dengan suatu waktu-kontinu, sinyal amplitudo-kontinu (analog), dari mana sinyal digital dihasilkan. Sinyal digital terdiri dari blok-blok n bit, dimana setiap bilangan bit n adalah amplitudo pulsa PCM. Pada penerima, proses ini dibalik agar menghasilkan sinyal analog. ingat, bagaimanapun juga, proses ini melanggar perihal teori pengambilan sampel. Dengan mengkuantisasi pulsa PAM, sinyal yang asli sekarang hanya pendekatannya dan tidak dapat diperbaharui dengan tepat. efek ini dikenal sebagai. Error Terkuantisasi atau Derau kuantisasi. Perbandingan sinyal-terhadap-derau untuk derau kuantisasi dapat dinyatakan sebagai [GIBS93]. Jadi, masing-masing bit tambahan yang dipergunakan untuk kuantisasi meningkatkan SNR kira-kira 6 dB, yang merupakan faktor 4. Biasanya, skema PCM diperhalus menggunakan teknik yang disebut pengkodean nonlinear, yang artinya bahwa level-level kuantisasi tidak dipergunakan sama. Problem yang didapat bila sinyal diperlakukan sama adalah membuat rata-rata error absolut untuk setiap sampel juga sama, tanpa memperhatikan level sinyal. Akibatnya, nilai-nilai amplitudo yang lebih rendah relatif lebih terdistorsi. Dengan memperbesar jumlah langkah-langkah kuantisasi untuk sinyal-sinyal beramplitudo rendah, serta memperkecil jumlah langkah-langkah kuantisasi untuk sinyal beramplitudo besar, dapat diperoleh pengurangan yang nyata di semua distorsi sinyal. Efek yang sama dapat diperoleh dengan menggunakan kuantisasi yang seragam tetapi juga melakukan Companding (penyingkatan diperluas) dari sinyal analog input. Companding adalah proses mempersingkat rentang intensitas sebuah sinyal dengan penambahan lebih banyak penguat untuk sinyal-sinyal yang lemah dibanding terhadap sinyal yang kuat pada input. Pada output operasi Pembalikan digunakan. Untuk sinyal-sinyal suara, peningkatan sebesar 24 sampai 30 dB diperoleh

Nonlinear Encoding

• Level kuantisasi tidak sama
• Mengurangi keseluruhan distorsi sinyal
• Dapat juga dilakukan dengan companding


Effect dari Non-Linear Coding Fungsi Companding Tipikal









Delta Modulation

• Input analog diaproksimasikan dg fungsi tangga (staircase function)
• Naik atau turun satu level (d) pd tiap interval sample

Delta Modulation - contoh











Delta Modulation – Operasi



 Delta Modulation – Performansi

• Reproduksi suara baik
— PCM - 128 level (7 bit)
— Voice bandwidth 4khz
— Memerlukan 8000 x 7 = 56kbps utk PCM
• Kompresi data dp memperbaiki ini
— mis. Teknik Interframe coding untuk

Data Analog, Sinyal Analog

• Mengapa memodulasi sinyal analog?
— Frekuensi lebih tinggi dp memberikan transmisi yg lebih efisien
— Memungkinkan frequency division multiplexing
• Tipe-Tipe modulasi
— Amplitude
— Frequency
— Phase

Modulasi Analog

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar