SELAMAT DATANG - مرحبا بك وشكرا

Minggu, 15 Juli 2012

Ikan Aligator Part II

Agak sulit memang untuk membedakan jenis-jenis ikan aligator karena sepintas akan tampak sama.... Secara teori memang ikan ini bisa mencapai panjang 3m, tapi kalo dipelihara di akuarium saya rasa sulit mencapai hal itu..... Perkembangan ikan juga sangat dipengaruhi oleh ruang geraknya... Kalo di alam saya rasa ikan aligator ini akan bisa mencapai 3m karena tempat yang didiaminya (sungai) itu sanga luas.... Pengalaman saya memelihara ikan ini di akurium (60X40X40 cm)...sewaktu kecil, pertumbuhanya (panjang badannya) cepat...setelah mentok dengan ukuran akuarium...pertumbuhan panjangnya seakan berhenti...sekarang ditaruh di kolam juga pertumbuhan panjangnya sedikit sekali, prediksi saya karena tempatnya kurang luas...hanya badanya saja yang menjadi gemuk.

Rupanya, ukuran ikan aligator yang panjangnya bisa mencapai 3m dan bertampang seram tidak mengecilkan minat hobiis untuk memeliharanya dalam akuarium. Di kala masih seukuran 20 hingga 50 cm memang ikan ini enak dilihat, baik gerakannya sewaktu menangkap pakan hidup maupun corak tubuhnya yang bervariasi. Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi agar ia tetap hidup sehat dan kerasan tinggal di akuarium? Berikut ini kiatnya. Ikan buaya tidak sama dengan buaya atau aligator. Disebut ikan buaya karena bentuknya mirip buaya. Di daerah asalnya ikan buaya yang pada sistematika dimasukkan ke dalam keluarga lepisosteussidae ini di kenal sebagai gar fish. Ia hidup liar di benua Amerika di perairan Sungai Mississippi hingga Rio Grande Del Norte yang bermuara ke Teluk Meksiko. Diketahui ada 6 spesies gar fish yang ditemukan di alam, diantaranya spotted gar (Lepisosteus oculatus) yang tubuhnya bertotol-totol hitam, longnose gar yang moncongnya sangat panjang, dan alligator gar yang panjang tubuhnya bisa mencapai 300cm. karena variasi bentuk dan corak warna yang berbeda-beda itulah ikan ini banyak dikoleksi sebagai ikan hias peliharaan di dalam akuarium kecil. Kualitas air diutamakan. Di habitat aslinya ikan aligator lebih banyak berdiam diri di dasar sungai yang berair dangkal atau di sela-sela tumbuhan rawa. "Karena itu untuk memeliharanya di akuarium tidak ada cara lain kecuali meniru sedapat mungkin habitat aslinya," tutur Karim, pedagang ikan hias di Balai Rakyat, Pasarminggu. Soal disatukan dengan ikan lain yang tidak sejenis menurut Karim boleh saja asal ukurannya tidak terlalu kecil (seimbang). "Ia memang bertampang seram, dan terlihat ganas sewaktu menangkap mangsa berupa ikan-ikan hidup, tapi sebenarnya ia bisa bersahabat," tambah Karim. Agar sifat
ikan buaya dapat terkontrol, disamping pakan, kualitas air akuarium dan asesori/pelengkapnya perlu diperhatikkan. Ke dalam akuarium bisa diletakkan hamparan bebatuan supaya berkesan alami, serta dipasang kayu api-api sebagai tempat berlindung. Kayu api-api dipilih karena selain tahan pelapukan juga bentuknya indah dan bervariasi. Sedangkan untuk memantau kualitas air yang merupakan bagian penting dari kehidupan ikan buaya perlu ditambahkan alat-alat pengukur, sirkulasi, dan penyaring air. Termometer selaku pengatur suhu bisa ditempatkan pada bagian sudut akuarium. Dengan termometer ini suhu air yang dikehendaki ikan buaya berkisar 20 - 250 C dapat dijaga kestabilannya. Sementara sirkulator sebaiknya digunakan yang berfilter. Filter yang bentuknya seperti kapas dan mengandung karbon aktir ini berfungsi sebagai penyaring otoran dan mempertahankan kealakian air. Tetapi bila kondisi air terlalu basa, maka pada butiran karbon bisa ditambhkan Aqua-vital berbentuk serabut hingga pH air mengarah ke asam. Kecuali alat-alat pengurkur di atas, didasar akuarium diletakkan pipa penyedot supaya akuarium selalu bersih dari sedapat kotoran. Dengan begitu kekhawatiran berkurangnya volume oksigen terlarut dapat dikurangi. Perlu diketahui bila volume oksigen terlarut menjadi kecil akan menyebabkan ikan susuh bernapas. Setiap minggu penggantian air akuarium perlu dilakukan. Caranya dengan membuang sepertiga bagian air akuarium untuk kemudian diganti air baru yang telah diendapkan sehari semalam. Penggantian air yang dilewatkan melalui sirkulator hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit agar tidak menimbulkan perubahan keasaman air secara drastis. Pada waktu bersamaan dibersihkan pula segala isi filter dengan air yang sudah dibubuhi PK (Permanganan kalium), lalu dijemur hingga benar-benar kering. Untuk memperoleh hasil kerja maksimal, filter sebaiknya diganti setelah masa pemakaian 3 bulan. Hati-hati dengan pakan. Tidak dipungkiri,saat memberi pakan adalah saat-saat terindah memelihara ikan buaya. Ikan buaya yang dalam kondisi biasa mempunyai gerakan lamban seperti ikan malas akan berubah gesit kala memangsa ikan atau udang hidup yang dicemplungkan sebagi pakan. Dalam secepat kilat ikan umpan yang semula merasa aman hilir mudik di hadapan si buaya tiba-tiba sudah berada di moncong panjangnya. Seekor ikan aligator berukuran panjang 20 cm dapat menghabiskan 5 - 10 ekor udang atau ikan beukuran sedang dalam seketika untuk sekali makan. Pakan yang paling mudah didapat dan disukai ikan buaya memang berupa ikan-ikan kecil hidup. Namun yang perlu diperhatikan, bila ada pakan tersisa harus segera diangkat/dibersihkan, karena faeces yang dikeluarkannya bisa membuat air akuarium cepat kotor. Sebaliknya bila ingin memberikan pakan secara ad libitum (tersedia sepanjang waktu), udang hidup adalah yang terbaik. Diluar kesukaan si ikan aligator, pakan berupa ikan atau udang hidup tetap mengandung risiko. Pasalnya pakan tersebut kadang sudah terscemari cendawan Saprolegnia dan Ichthyophthirius multifiliis ditempat penampungannnya. Maklum, kedua penyakit yang bisa dengan cepat menular kepada ikan peliharaan itu tidak terlihat oleh mata telanjang. Pada tahap dini serangan Saprolegnia dan Ichthyophthirius multifiliis tidak berbahaya, tetapi bila tidak disegera ditangani akibatnya bisa fatal. Ikan yang terserang mula-mula hanya merasakan gatal-gatal, sehingga kerap menggesek-gesekkan tubuhnya pada dinding atau benda-benda di dalam akuarium. Selanjutnya, gesekan menyebabkan sisik ikan terlepas. Dan ikan menjadi liar alias stres. Jika ikan sudah stres hampir bisa dipastikan nafsu makannya turun, bahakn mungkin tidak mau makan sama sekali dan akhirnya mati. Mengatasi serangan cendawan tahan dinin bisa dilakukan dengan memberikan beberapa tetes Tetra Aqua Safe dalam akuarium secara berkala. Tetra Aqua Safe ini selain mengobati cendawan, juga sekaligus menjernihkan air. Tetapi bila serangannya sudah parah, terapi yang dilakukan adalah dengan cara emindahkan ikan ke akuarium bersih yang telah dicampur obat Tropical Fish Medicine pada airnya. Lalu biarkan ikan beberapa jam disana, sambil akuarium semula dikras total hingga benar-benar kering. Selalin cendawan Saprolegnia dan bakteri ich, biasanya dalam pakan terbawa cacing jangkar (Lernaena cyprinaceae) dan Argulus idicus yang berbentuk bulat dan berwarna kehijauan. Kedua organisme itu juga dapat mengganggu kesehatan ikan. Nah, agar terhindar dari organisme yangmerugikan, biasakan ikan atau udang yang baru dibeli untuk pakan tidak langsung diberikan kepada si aligator, melainkan harus dikarantinakan terlebih dahulu dengan memasukkannya ke dalam air yang dibubuhi obat. Semoga dengan penangann yang baik serta pakan yang bermutu, sang ikan aligator dapat dinikmati keanggunannya setiap saat.


sumber : dari sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar